Selasa, 20 November 2012

5 Trotoar Paling Nyaman di Kota Besar Indonesia

Mungkin Anda mengesampingkan agenda berjalan kaki jika traveling ke kota besar, misalnya Jakarta. Tapi tunggu dulu, beberapa kota punya jalur pedestrian yang nyaman. Ini dia jalur pedestrian di 5 kota besar di Indonesia.
Tak bisa dipungkiri, kota besar identik dengan gedung pencakar langit. Pembangunan yang terus berkembang menggusur area lahan hijau di perkotaan, termasuk juga trotoar sebagai sarana bagi pejalan kaki. Seringkali masyarakat kecewa karena trotoar ini tak dijaga dengan baik. Kotor, tak terawat, juga dijajah oleh para pedagang kaki lima.
Tapi jangan kuatir, beberapa kota besar di Indonesia masih punya jalur pedestrian yang layak. Ajaklah teman, saudara, keluarga, bahkan kekasih tercinta untuk menikmati suasana kota di pagi dan sore hari, ketika matahari sedang ramah bersinar.
Berikut jalur pedestrian 5 kota besar di Indonesia:
1. Jakarta
Hampir semua orang sadar betapa sulitnya mencari lahan bagi pejalan kaki di Ibukota. Jangan pesimis dulu, bergeraklah ke arah Sudirman Central Business District (SCBD) untuk berjalan di antara gedung-gedung pencakar langit. Trotoarnya lebar dan bersih, dipayungi semak-semak dan pohon-pohon rindang yang menyejukkan.
Berdekatan dengan SCBD, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke sepanjang Jalan Sudirman. Trotoar di sebelah kiri dari arah Bundaran Senayan menuju Jalan Thamrin adalah lokasi tepat untuk jalan-jalan di sore hari. Selain itu, Anda juga bisa mengitari Monumen Nasional (Monas) dan Jalan Merdeka Barat.
Pertengahan 2012 ini, Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta berencana menata ulang beberapa pedestrian. Antara lain Jalan Sabang, Jalan Cikini, Jalan Tugu Tani, juga sepanjang Jalan Gajah Mada-Hayam Wuruk. Mari berharap agar renovasi senilai Rp 10 miliar ini cepat rampung!
2. Surabaya
Surabaya punya ciri khas pedestrian, yaitu trotoar dengan warna merah bata. Sebanyak 12 ruas jalan telah direnovasi oleh Pemkot Surabaya setelah merogoh kocek sekitar Rp 50 miliar pada 2010 silam. 12 Jalur pedestrian tersebut memanjang dari Jl Raya Gubeng sisi selatan, Jl Darmo sisi selatan, Jl Pahlawan, Jl Veteran, Jl Praban, Jl Ahmad Yani, Jl Banyuurip, Jl Gemblongan, Jl Panglima Sudirman, Jl Pemuda, Jl Kedungdoro, dan Jl Rajawali.
Selain 12 jalur itu, Anda juga bisa bertolak ke Jalan Basuki Rahmat. Sepanjang jalannya terdapat gedung perkantoran, hotel-hotel besar, juga sebuah monumen perjuangan. Adalah Monumen Merdeka Atau Mati, yang dibangun sebagai wujud penghargaan kepada arek-arek Suroboyo ketika berjuang melawan penjajah pada tahun 1945.
3. Medan
Tak ada salahnya untuk mengunjungi satu per satu objek wisata di kota ini dengan berjalan kaki. Jalur pedestrian di Kota Medan terdapat di Jalan Ahmad Yani, Lapangan Merdeka Medan, Merdeka Walk, Kantor Balaikota Lama, Kantor Pos Besar, Bank Indonesia, juga trotoar di depan Stasiun Kereta Api.
Di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Anda akan melewati beberapa tempat wisata bersejarah seperti Rumah Tjong A Fie dan Restoran Tip Top. Berjalanlah pada sore hingga malam hari untuk mendapatkan suasana Kota Medan yang nyaman.
4. Bandung
Ironis, Kota Bandung yang indah dan sejuk ini hampir tak punya pedestrian. Untungnya, Braga Festival yang digelar pada 2011 silam menetapkan Jalan Braga sebagai pusat pedestrian Kota Kembang. Jalur pedestrian ini memanjang dari Jalan Braga ke beberapa titik di sekitarnya seperti Gedung Merdeka, Bank Indonesia, dan Balaikota. Berjalan di kawasan ini akan membuat Anda seakan kembali ke masa kolonial.
Tahun 2011 lalu, Pemkot Bandung merencanakan pembangunan sebuah jembatan khusus pejalan kaki yang melintang di atas Sungai Cikapundung, tepatnya di Jalan Siliwangi. Namanya Siliwangi Pedestrian Bridge, yang memiliki desain dan konsep hasil sayembara arsitektur di tahun yang sama. Ketika jembatan ini nantinya rampung, agenda berjalan kaki di kota ini akan semakin menyenangkan.
5. Solo
Hanya ada satu tempat di Solo yang lekat dengan konsep pedestrian. Tempat itu adalah Solo City Walk, yang menghiasi sisi selatan Jalan Slamet Riyadi. Jalur pedestrian ini membentang sepanjang tujuh kilometer, melewati banyak tempat wisata yang terletak di pusat Kota Solo.
Di sepanjang jalannya, Anda akan dinaungi oleh pohon-pohon rindang nan menyejukkan. Para pedagang kaki lima juga siap mengisi perut dengan berbagai kuliner khas Jawa. Asyiknya lagi, terdapat akses internet gratis di sepanjang Solo City Walk!
Di sepanjang jalur ini, Anda akan menemukan Kampung Batik Kauman, Kawasan Ngarsopuran Mangkunegaran, Museum Batik Kuno Nasional Danarhadi, Museum Radya Pustaka, Taman Sriwedari, dan Stadion R Maladi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar